Upaya Pencegahan HIV AIDS, Pada Kegiatan TMMD Non Fisik Sengkuyung Tahap II Kodim 0702/Purbalingga

INDONESIASATU.CO.ID:

PURBALINGGA. Di beberapa kota besar pencegahan dan pengobatan dalam penanggulangan HIV/AIDS pada umumnya masih jauh dari harapan penanggulangan HIV/AIDS, sehingga berdampak pada meningkatnya orang terinfeksi dari tahun ke tahun, hal ini dapat kita ambil contoh jumlah kumulatif secara nasional kasus penderita HIV AIDS meningkat.(18/7)

Indri S.Kep penyuluh dari DKK Karanganyar pada rangkaian kegiatan penyuluhan TMMD Non Fisik Sengkuyung Tahap II Kodim 0702/Purbalingga Menuturkan Proporsi kumulatif kasus AIDS tertinggi berada pada kelompok umur 20-29 (46,3%) diikuti dengan kelompok umur 30-39 tahun (31,4%) dan kelompok umur 40-49 tahun (9,7%).

Sedangkan kasus HIV/AIDS sudah lebih dari dua dekade jumlah orang terinfeksinya terus meningkat. Kondisi tersebut disebabkan pencegahan dan perawatan belum terintegrasi dengan baik, sebagai contoh belum meratanya kapasitas lembaga-lembaga swadaya masyarakat dalam melakukan pencegahan dan belum terciptanya layanan yang kompherensif dan terintegrasi.

Pada kondisi tersebut pencegahan dan pengobatan pada daerah yang belum memiliki sistem tersebut akan terjadi peningkatan kasus-kasus baru HIV/AIDS, hal ini dikarenakan tidak ada monitoring laju epidemi HIV/AIDS di daerah tersebut. Pada daerah yang sudah mempunyai sistem penanggulangan HIV/AIDS juga masih banyak kekurangan antar institusi terkait,

Indri S.Kep Menambahkan Untuk mengatasi keadaan tersebut diatas, perlu adanya tindakan prioritas sebagai upaya dan langkah awal dengan mempertimbangkan karakteristik penularan HIV/AIDS dan mengkombinasikan dua konsep yaitu konsep pencegahan dan konsep perawatan bagi orang terinfeksi HIV/AIDS. Ungkapnya. (ragil.red)

Index Berita