Tangis Haru Kembali Pecah, Seorang Petani Tewas Akibat Di Sambar Petir di Jeneponto

INDONESIASATU.CO.ID:

JENEPONTO- Innalillahi, keluarga Tanrowa kembali berduka atas berpulangnya Ramli Mattu Daeng Lau (30) yang kesehariannya bertani tewas seketika akibat disambar petir

Informasi yang dihimpun media ini diketahui Ramli Mattu Daeng Lau adalah warga Dusun Tonrowa Desa Camba-Camba, Kabupaten Jeneponto tewas akibat tersambar petir yang terjadi dipersawahan miliknya pada, Jumat (25/05/2018).

Saat peristiwa berlangsung korban bersama istrinya Daeng Sunggu dan anaknya Surya sedang istirahat di rumah sawah usai menyemprotkan racun hama tanaman jagung miliknya.

“Sama-sama ja pak, dengan dia (suami) dan anakku (Surya) tapi saat kami berlindung di rumah-rumah, itu saat hujan deras, dan tiba tiba terdengar suar cukup keras, saya liat bapaknya (Ramli) jatuh,”ucap Dg Sunggu (28) istri korban.

Sementara Sangkala mertua korban mengutarakan bahwa ayah anak tiga ini sempat dilarikan kerumah sakit, namun akibat luka bakar di dada kanan nyawa petani tidak dapat diselamatkan lagi.

“Langsung kita bawa ke rumah sakit, tapi sampai disana kata perawatnya dia sudah meninggal. Langsung kita bawa pulang,”kata Sangkala ditemui dirumah duka Desa Camba-Camba, Batang Jeneponto, seperti dikutip turateanews

Almarhum dikenal ulet bekerja ini meninggalkan seorang istri dan tiga orang anak yang masih kecil.

“Dia (Ramli) kuat kerja, panen jagung tahun ini mendapatkan penghasilan kurang lebih sepuluh juta. Itu yang dipakai beli bahan kerja rumahnya walaupun belum rampung,”urai Sangkala sembari menunjuk bangungan di belakang rumah tempat jenazah Ramli di semayamkan.

Jenazah Ramli akan dikebumikan di belakang rumahnya besok sabtu 26 Mei 2018. Sambil menunggu saudara almarhun yang masih berada di Kendari Sulawesi Tenggara.

Editor : Samsir

Index Berita