Penampilan Seniman Panji Mbulan di Kediri

INDONESIASATU.CO.ID:

KEDIRI - Penampilan para seniman yang terlibat pada pagelaran seni budaya "Panji Mbulan" di Kota Kediri, Jawa Timur, Minggu (18/11), cukup memukau penonton.

Kawasan Goa Selomangleng, sebuah goa kuno dan bersejarah yang menjadi pusat lokasi pementasan, mendadak penuh dan ramai oleh penonton yang datang.

Mereka antusias menyaksikan pertunjukan dari belasan seniman yang tidak hanya datang dari Tanah Air, tetapi juga para seniman yang datang dari mancanegara.

Pagelaran itu sendiri memang diikuti oleh beberapa seniman yang berasal dari mancanegara yaitu meliputi China, Spanyol, Perancis, Jerman, Meksiko, serta Brazil.

Para seniman itu membawakan tari kontemporer yang rata-rata berkisah tentang Panji. Ada juga yang membawakan tarian tentang keberpihakan pada kelestarian alam.

"Saya menari tentang bumi dan alam," ujar Martina Feiertag, penari asal Jerman yang tampil bersama Dian Bokir.

Penari yang tergabung dalam Dimar Dance Theatre itu mengungkapkan apresiasinya karena dapat tampil bersama para seniman lainnya di Kediri. Selain itu, juga karena berkesempatan menyuarakan aspirasinya melalui seni.

Sedangkan Dewi dan Florensia, penari yang datang dari Blitar, membawakan nini dhiwut, yaitu sebuah permainan atau dolanan anak klasik yang cukup sakral.

Dolanan rakyat ini menggunakan semacam boneka yang mirip jaelangkung yang berisi tarian, nyanyian, serta dialog. Bagi masyarakat Blitar kuno, permainan nini dhiwut ini kerap dipakai saat acara ruwatan.

Selain dua penari itu, banyak lagi seniman lainnya yang membawakan seni seperti tari reog, tari jaranan, tari gambyong macan ucul, tari orek-orek, teater, hingga pertunjukan ketoprak.

Kemampuan para seniman, penampilan prima, ditambah dengan perlengkapan pendukung pentas yang cukup bagus, menjadikan penonton terpukau.

Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar mengatakan, kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam mengangkat dan melestarikan seni budaya.

"Selain itu, juga untuk mengangkat potensi wisata di kawasan Selomangleng ini," ujar Abu Bakar.

Kawasan Selomangleng merupakan satu-satunya pusat wisata budaya yang ada di Kota Kediri. Lokasi ini terletak di Kota Kediri bagian barat.

Di lokasi itu, terdapat goa yang disebut dengan Goa Selomangleng yang mempunyai runtutan sejarah panjang kejayaan Kediri masa lalu.

Goa ini sejak lama dipercaya sebagai tempat tapabrata Dewi Kilisuci, seorang putri mahkota Raja Erlangga yang menepi dari hiruk pikuk dunia.

Hingga saat ini, goa tersebut masih cukup terlindungi. Kondisinya cukup terawat dan bahkan relief-relief yang banyak menghiasi dinding goa juga masih nampak jelas.

Goa itu terdiri dari batuan andesit yang dikenal kedap air. Itu yang memungkinkan relief tersebut tetap lestari.

Di dalam goa juga kerap ditemukan kembang dan aroma menyengat kemenyan. Bukti bahwa goa tersebut masih menjadi tempat penyepian bagi beberapa orang masa kini.

Goa itu merupakan pesona utama Selomangleng. Untuk menambah daya tariknya, pemerintah setempat menambah infrastruktur pendukung seperti taman hingga museum di kawasan Selomangleng itu.

Di museum ini menyimpan berbagai benda peninggalan Kediri masa lampau.

Panji sendiri merupakan sosok yang diyakini hidup di zaman Jawa klasik dengan banyak nama, yang terkenal adalah Panji Asmarabangun. Kisah kehidupannya yang penuh lika-liku dengan Dewi Sekartaji menginspirasi banyak orang.

Terutama pada kisah kepahlawanan dan cinta. Cerita Panji sendiri saat ini bagian dari warisan dunia dalam kategori Memory of the World yang diakui oleh UNESCO.(oji/kla) 

  • Whatsapp

Index Berita