Koperasi Syariah Sulsel dipacu Naik Kelas Melalui Pelatihan

INDONESIASATU.CO.ID:

MAKASSAR-Hingga kini, belum ada Koperasi Syariah di Sulawesi Selatan yang mampu membentangkan manfaatnya dalam skala Nasional bahkan Regional. Cenderung Koperasi Syariah hanya berkutat pada tataran kabupaten bahkan instansi tertentu saja. Hal itulah yang menjadi poin pembahasan dalam agenda Penguatan Kapasitas Koperasi Jasa Keuangan Syariah di Ramedo Hotel Makassar, Selasa (16/10/2018).

Pelatihan tersebut berlangsung selama kurang lebih delapan jam dengan tiga sesi materi. Peserta pelatihan yang hadir berjumlah 65 orang dari penggerak Koperasi Syariah di Sulawesi Selatan  yang sangat antusias mengikuti pelatihan dengan berbagai pertanyaan dan saran yang diajukan langsung kepada narasumber di forum.
Adapun ketiga narasumber dalam kegiatan tersebut adalah H. Ariady Arsal, SP, M.Si yang merupakan anggota DPRD Provinsi Sulawesi Selatan yang sekaligus menjadi perintis dan penggerak beberapa Baitul Mal Wattamwil di Sulawesi Selatan.

Beliau menyampaikan mengenai Kendala dan Solusi dalam Penguatan Lembaga Keuangan Mikro Syariah di SUlawesi Selatan.
Materi kedua dipandu oleh Konsultan Pusat Layanan Usaha Terpadu (PLUT) yakni, Muhammad Nurfitriani yang membahas Legalitas Kelembagaan dan Kegiatan Usaha Simpan Pinjam dan Pembiayaan Syariah. Serta materi ketiga sekaligus materi penutup yakni Ir. H. Muh. Duryatsyah, MM. yang merupakan Kabid pengawasan dan pemeriksaan Dinas Koperasi dan UKM Sulawesi Selatan yang menyampaikan mengenai sosialisasi Permen No. 11/Per/M.KUKM/IX/2018.
“Kegiatan ini harus di follow up dengan baik sehingga seluruh peserta mampu mengaplikasikan ilmu yang diperoleh dan mampu membangun simpul jaringan koperasi syariah yang mampu berkembang dan berprestasi di Sulawesi Selatan” jelas Ariadi salah satu Narasumber dalam pemaparan materinya.

Ketua Fraksi PKS DPRD Sulawesi Selatan tersebut juga menambahkan mengenai sudah saatnya penggunaan sistem digitalisasi guna meningkatkan pelayanan dan sistem kerja Koperasi Syariah harus dilakukan. Sehingga tranparansi dan kepercayaan anggota kepada Koperasi Syariah dapat jauh lebih meningkat serta pengurus dapat jauh lebih mudah dalam mengelola modal dalam jumlah yang lebih besar.
Narasumber lainnya, Ir. H. Muh. Duryatsyah, MM juga memaparkan bahwa sudah saatnya Gerakan Koperasi Naik Kelas. Karena kini keberpihakan pemerintah benar-benar akan ditunjukkan kepada masyarakat yang dimana termasuk diantaranya adalah penguatan sektor koperasi jasa keuangan syariah.(Herman/Yohanes)

  • Whatsapp

Berita Terpopuler

Index Berita