Komnas HAM RI, Desak Pemerintah Dan Polri Usut Pelaku Pengeboman Tiga Gereja di Surabaya

INDONESIASATU.CO.ID:

JAWA TIMUR- Peristiwa tragedi kemanusiaan baru saja terjadi dengan adanya aksi serangan peledakan Bom yang terjadi di tiga Gereja di Surabaya. Jawa Timur yakini, Gereja Katolik Santa Maria Tak Bercela, Gereja Kristen Indonesia, dan Gereja Pantekosta Pusat Surabaya, minggu (13/05/2018) sekitar pukul 07.00 Wib.

Dimana dalam surat Komisi Nasional Hak Asasi Manusia RI, menerangkan atas peristiwa tersebut telah menimbulkan jatuhnya korban jiwa manusia yang meninggal dunia sekurang-kurangnya sebanyak 11 orang maupun yang luka luka sekurang-kurangnya sebnyak 41 orang.

Selain korban jiwa juga di sebutkan, serta rusaknya harta benda berupa sejumlah motor dan mobil di tempat kejadian.

Tindakan tersebut, merupakan tindakan teror dan merupakan serangan langsung terhadap hak asasi manusia, diantaranya.
Hak untuk hidup(right to life), Hak bebas dari rasa takut(non derogable right), Hak atas rasa aman, dan Hak atas kebebasan beragama dan berkeyakinan.

Berdasarkan surat yang beredar tersebut, maka Komnas HAM sesuai dengan fungsi tugas dan wewenangnya menyampaikan enam hal secara tertulis yang dianggap penting salah satu diantaranya.

"Mendesak pemerintah dan Aparat Kepolisian RI (Polri) untuk segera mengusut dengan tuntas peristiwa ini, dengan sungguh-sungguh dan tanpa ragu ragu menindak tegas para pelaku peristiwa pengeboman tersebut dengan tetap menghormati prinsip-prinsip HAM, terutama korban,". Tutup Ketua Komnas HAM Ahmad Taufan Damanik.

Penulis : Imelda

Editor : Samsir    

Index Berita