KH Ma'ruf Amin Memberikan Tausiyah Puncak Haul Kiai Hamid Pasuruan

INDONESIASATU.CO.ID:

PASURUAN - Cawapres nomor urut 01 KH Ma'ruf Amin menghadiri puncak haul ke-37 KH Abdul Hamid bin Abdulloh Umar di Pasuruan. Dalam kesempatan tersebut Ketua MUI ini bicara peran penting ulama dan santri dalam mewujudkan kemerdekaan. Ia juga memberi semangat santri bisa mengabdi di semua 'medan' perjuangan.

"Ulama dan santri punya tanggungjawab membela negara bahkan sebelum negara diproklamasikan. Ketika negara ini belum merdeka ulama dan santri sudah ditanamkan cinta tanah air. Santri sudah diajak untuk punya jiwa nasionalisme yaitu mengawal, menjaga negara Indonesia," kata Ma'ruf Amin dalam tausiahnya di acara haul Pondok Pesantren Salafiyah, Pasuruan, Sabtu (17/11).

Menurutnya saat Indonesia baru dua bulan merdeka, penjajah datang lagi ingin menguasai NKRI. Padahal saat itu, tentara belum terkonsolidasi, polisi belum terkonsolidasi. Andaikan saat itu tak ada perlawanan NKRI tinggal nama saja. Indonesia akan tamat karena akan dijajah lagi. 

"Akan tetapi ketika itu tampillah seorang ulama, pemimpin kita, KH Hasyim Asy'ari memproklamasikan, menyatakan bahwa bahwasannya melawan penjahan hukumnya fardhu ain. Wajib! Itu ditindaklanjuti PBNU dengan melahirkan resolusi jihad yang mengobarkan perlawanan arek-arek Surobayo sehingga melahirkan perang 10 November. Terusirlah penjajah, amanlah NKRI. Andaikata tidak perlawanan, maka NKRi akan tamat riwayatnya hanya tinggal nama. Alhamdulillah," ujar Ma'ruf.

Menurut Ma'ruf, 10 November kemudian dijadikan hari Pahlawan dan yang menginspirasi perlawanan 10 November yaitu (Resolusi Jihad) 22 Oktober, dilupakan orang. "Baru saja dua tahun lalu, 2015, 22 Oktober ditetapkan sebagai hari santri nasional oleh Presiden Joko Widodo. Santri harus berterimakasih," ujar Ma'ruf.

Atas dasar itu, dalam kesempatan tersebut, Ma'ruf Amin juga memberikan semangat pada para santri. Menurut dia, santri bisa berjuang di semua 'medan' pengabdian.

"Santri bisa jadi pengusaha, bisa jadi ilmuwan. Santri bisa jadi wakil bupati, bisa jadi bupati, bisa jadi wakil gubernur, bisa jadi wakil presiden. Bahkan santri bisa jadi presiden, Gus Dur bisa jadi presiden," jelasnya.

Ia berharap, suatu saat santri dari Pondok Pesantren Salafiyah Pasuruan bisa menjadi pemimpin negeri. "Aamiin," sahut jamaah.

Puncak haul Kyai Hamid dihadiri puluhan ribu jemaah dari berbagai kota se-Nusantara. Hadir pula para pejabat antara lain Wakil Gubernur Saifullah Yusuf, Bupati Pasuruan M Irsyad Yusuf, Wakil Bupati Pasuruan A Mujib Imron, Plt Wali Kota Pasuruan Raharto Teno Prasetyo. Ratusan kyai juga hadir dalam haul tersebut.(oji/kla) 

  • Whatsapp

Index Berita