Dilapor LSM, Pembangunan Infrastruktur di Jenepoto, Kejati Sulsel Tinjau Lokasi Proyek

INDONESIASATU.CO.ID:
JENEPONTO- Kasi Intel Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan, Alham, meninjau langsung lokasi proyek pengerjaan pembangunan pengaspalan peningkatan jalan pada titik nol 132-100 batas Kecematan Turatea dengan Kecamatan Kelara, Kapabupaten Jeneponto. Sabtu, (3/10/2018)
Jalan Provinsi dari PT. Rezkya Makassar, yang semetera berjalan itu, target penyelesaiannya Desember 2018. Total Anggaran 9 miliyar lebih, panjang jalan dua kilo 650 meter, dengan lebar badan jalan sebelumnya 4 meter, dan kemudian dilakukan pelebaran badan jalan hingga menjadi 6 meter,
Kasi Intel, Alham, menjelaskan kunjugannya kelokasi proyek merespon laporan dari salah satu LSM terkait dugaan pembangunan gorong-gorong yang diduga tidak masuk dalam RAB kegitan pengerjaan. Namun setelah melihat langsung kondisi di lapangan, itu tidak ada masalah, ungkapnya
"Jadi setelah kita mengkroscek langsung berdasarkan laporan tersebut itu tidak ada masalah. Lagian ini pengerjaannya juga sementara berjalan dan masih ada kesempatan untuk memperbaikinya jika ada bermasalah," katanya
Ia katakan, proyek pembangunan peningkatan jalan yang ada dilokasi antara batas Kecamatan Turatea dengan batas Kecamatan Kelara sepangjang kurang lebih 3 kilo itu, sementara berjalan sehingga tetap kita beri kesempatan sampai proyek ini selesai, karena pengerjaannya itu dikawal oleh TP4D,
"Tentu dalam hal itu. TP4D punya peran untuk melakukan pengawalan dan pengamanan terhadap kegiatan tersebut, sampai pelaksanaannya selesai, apalagi ini masih berjalan sekitar baru 17%," sebutnya
Ia mengaku, dari pihak Kejaksaan sendiri akan tetap mengawal kegiatan proyek tersebut, agar tepat mutu, tepat sasaran, dan tepat administrasinya, karena pengawalan TP4D itu melakukan pencegahan hukum terjadinya kesalahan terhadap kegiatan ini.
Untuk sementara belum ada indikasi yang ditemukan. Namun pihaknya akan tetap mengawal karena kegiatannya masih jauh, sehingga masih ada kesempatan untuk memperbaiki kalau masih ada yang salah dalam pelaksanaannya. Sehingga kita turun langsung kelapangan jika ada yang salah agar kiranya diperbaiki,
"Yah, kita berharap seperti itu, tetap dilakukan tidaklanjut dengan tim PHO dan bersama-sama dengan tim turun kelapangan," kata dia
Sementara Kabid Bina Marga PU Makassar, Edy, selaku Pejabat Pelaksana Kegiatan (PPK) mengatakan, pembangunan gorong-gorang yang dilaporkan oleh salah satu LSM di Jeneponto, itu bukan suatu kesalahan teknis, tapi memang sudah sesuai kondisi lapangan, karena air bisa meluap jika tidak dipakaikan gorong-gorong, ucap Edy
"Jadi setelah kita lihat langsung dilapangan teknisnya boleh dan masyarakat meminta agar dipasangi gorong-gorong," katanya
"Kalau dikatakan masuk di RAB atau tidak, yah, nanti kita lihatlah, apakah masuk di CCo atau tidak?. Yang pastinya pihak kami mengamankan dulu kondisi lapangan, melihat daerah-daerah mana saja yang kegenangan air, karena kapan air tidak jalan maka aspal tidak tahan lama dan cepat rusak," tambahnya
Edy tegaskan, dan apabila dalam pelaksaan kegiatan tersebut ada kesalahan, pihaknya siap untuk membongkar pengerjaan itu, makanya kami sangat bersyukur ke Kejaksaan dan pengawas termasuk LSM yang melapor itu, kalau bersama-sama mengawal dan mengawasi pekerjaan tersebut, bilamana ada kesalahan dalam kegitan ini kami siap untuk ditegur Tegasnya
Editor: Samsir

Download : Gambar meninjau langsung lokasi proyek pengerjaan gorong-gorong
*telah didownload: 0 kali
  • Whatsapp

Berita Terpopuler

Index Berita